Thursday 17th of April 2014

 
Kecelakaan Maut Travel vs Angkot di Pasar Usang, Tabrakan, 8 Tewas, 17 Terluka PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh budimulya   
Rabu, 16 Januari 2013 14:01

Padang, Padek—Kecelakaan maut ter­jadi di ruas jalan Padang-Bukittinggi, KM 25, tepatnya di Jalan Pasar Usang, Ke­­ca­ma­tan Batang Anai, Kabupaten Pa­dang­­pa­riaman, kemarin pagi. Mobil tra­vel jurusan Pa­dangsidempuan-Pa­dang yang mem­ba­wa 12 penumpang me­na­brak angkutan ko­ta ju­rusan Du­ku-Pa­sar Lu­buk­alung ber­­p­enum­pang 15 orang. De­lapan pe­­num­pang angkot te­was, dan 17 orang men­­derita luka berat serta ri­ngan.

Seluruh pe­num­­pang angkot adalah para pelajar dan guru. Adapun korban te­was di tempat adalah Citra Wulandari (pe­lajar SMAN 1 Batang Anai), Laura Sintia (pe­lajar SMPN 1 Pasar Usang), Samsurizal (so­pir angkot Kopaba), Fauzi Agustian (pelajar SMAN 1 Lubukalung), Yunisa Afridisma (pelajar SMAN 1 Batang Anai), Jalimar (guru SMAN 1 Batang Anai).

Sedangkan Magistra (p­e­lajar SMAN 1 Batang Anai), meninggal di Rumah Sakit Siti  Rah­mah, Bypass, Padang. Ke­mu­dian Reza Silvia Ningsih (pe­lajar SMAN 1 Batang Anai) me­ninggal pukul 19.20, setelah sem­pat menjalani operasi di RSUP M Djamil Padang.  Se­men­­tara korban luka-luka, se­banyak 17 orang dirawat di RSUP M Djamil dan dua orang di RS Siti Rahmah.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di tempat kejadian peristiwa (TKP), pagi itu, sekitar  pukul 07.15, minibus travel Taxi Kita Bersama (TKB) bernopol BB 1130 FB me­laju kencang dari arah Pa­dangpariaman menuju Pa­dang. Sesampai di lokasi keja­dian, sopir travel diduga me­ngam­bil jalur terlalu ke kanan. Bersa­maan dengan itu, dari arah ber­lawanan melaju ang­kot Ko­paba warna putih BA 2829 EE de­ngan kecepatan cu­kup tinggi. Tak ayal, kecela­ka­an pun tak te­r­­elakkan. Sa­king ke­rasnya ta­brakan, warga ke­su­litan me­nge­vakuasi kor­ban karena ke­dua kendaraan leng­ket. Kon­disi kedua kenda­raan remuk.

Menurut para saksi mata, dua penumpang angkot sem­pat terlempar ke luar ken­da­ra­an. M Nizar, saksi mata se­ka­ligus penumpang travel, mem­benar­kan mobil yang ditum­pa­nginya melaju kencang. Na­mun dia mengaku tak tahu persis bagai­mana kronologi kecelakaan ter­jadi, karena sedang tertidur. Dia baru ter­ba­ngun setelah di­eva­kuasi mas­yarakat keluar mi­ni­bus. “Saya tidak tahu  persis ke­ja­dian­nya. Saya baru sadar sete­lah dievakuasi, dan saat itu orang sudah ramai di lokasi ke­jadian,” ucapnya.

Yanti, 37, warga setempat, melihat dua penumpang ang­kot berseragam sekolah ter­lem­­par ke selokan. “Hanya itu yang saya lihat. Para penum­pang yang tewas dikumpulkan war­ga di bawah pohon. Setelah itu, barulah dibawa ke Pus­kes­mas Pasar Usang,” ung­kapnya.

Mengharu Biru

Suasana haru menyelimuti Puskesmas Pasar Usang. Para keluarga korban kecelakaan memadati puskesmas. Sekitar pukul 10.00, satu jenazah masih berada di puskesmas, yakni jasad Syamsurizal, sopir angkot Kopaba. Tim medis terlihat menyambungkan kaki korban yang tak utuh dan menjahit kepala warga Kabun Pasar Usang itu.

 

Suasana duka juga terlihat di SMAN 1 Batang Anai. “Ke­gia­tan belajar mengajar dili­bur­kan dan bendera sete­ngah tiang dipasang selama 3 hari untuk mengenang para pelajar dan guru SMAN 1 Batang Anai yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut,” ujar Wakil Kepala SMAN 1 Ba­tang Anai, Irwan Arnes.

Tidak jauh berbeda di SMPN 1 Pasar Usang. Aktivitas be­­lajar mengajar juga dili­bur­kan setelah salah seorang sis­wanya tewas dalam kece­lakaan itu. “Kami memasang bendera se­tengah tiang sampai tiga hari ke depan,” kata Kepala SMPN 1 Pasar Usang,  Zal Aidi.

Kelalaian Sopir

Kapolres Padangpariaman AKBP Amirjan menyebutkan, pe­ristiwa nahas itu terjadi aki­bat kedua sopir menge­mu­di­kan kendaraan terlalu ken­cang. “Ada kelalaian sopir, apa­lagi mengangkut penum­pang cukup banyak. Kopaba me­ngang­kut 15 penumpang, se­dang­kan travel 12 penumpang. Me­reka juga membawa ken­daraan dengan kecepatan ting­gi,” kata Amirjan kepada Pa­dang Ekspres.

Kapolres belum dapat me­mastikan penyebab kece­la­kaan karena masih melak­u­kan penye­lidikan. “Lagi pula sopir travel kondisinya luka parah, sedan­g­kan sopir angkot tewas di tem­pat. Kondisi penumpang juga belum bisa dimintai kete­ra­ngan karena luka berat,” jelasnya.

Di rumah duka Laura Sin­tia, Bupati Padang­pariaman Ali Mukhni terlihat mene­tes­kan air mata. Selain men­je­nguk rumah Laura Sintia, Ali Mukhni juga mendatangi ru­mah Jalimar, guru SMAN 1 Ba­tang Anai.

Usut Kecelakaan

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyikapi serius ke­celakaan maut tersebut. Ke­tika mem­besuk korban di RSUP M Dja­mil, Gubernur me­minta apa­rat kepolisian me­ngusut tun­tas kasus kecela­kaan terse­but.  Guber­nur menyorot no­mor polisi mobil travel yang meng­gunakan pelat hitam.

“Angkutan umum tidak dibolehkan berpelat hitam. Itu jelas sudah menyalahi aturan, karena angkutan umum harus menggunakan pelat kuning,” kata Gubernur. “Setelah kasus kecelakaan diselesaikan pihak kepolisian, baru kita akan urus ma­salah santunan untuk kor­ban kecelakaan,” tam­bahnya di­dampingi Kepada Dinas Per­hu­bungan Sumbar, Mudrika.

Hingga pukul 21.00, seba­nyak 16 orang korban kec­ela­kaan masih dirawat di RSU­P M Djamil. Seorang di antaranya di­bolehkan pulang karena ha­nya mengalami luka lecet di ta­ngan, yaitu M Nizar, ma­hasis­wa Unand.

Dari ke-16 pasien yang di­rawat di M Djamil, satu orang mengalami luka cukup se­rius dan harus mendapatkan pe­nanganan intensif,” ujar pe­jabat pemberi informasi RSUP M Djamil Gustafianof kepada Padang Ekspres.

Lima korban dirawat di ruangan Trauma Center (TC), yakni Riski Gusdi dan Fani A asal Padang, Masyu, Elmi dan M Reza Rahman asal Padan­g­sidempuan. Selebihnya, pasien ke­celakaan dirawat di IGD. (ayu/mg18/ris/w/ad)

 
image


Dijalankan dengan Joomla!. Designed by: web hosting forum top celebrities Valid XHTML and CSS.